Rabu, 01 Mei 2013

Metode Ilmiah


1. Menentukan Tema
sebelum kita memulai penelitian ilmian pertama kali kita harus menentukan tema penelitian. penulis memilih tema keuangan karena pada dasarnya setiap perusahaan itu memiliki laporan keuangan dan laporan keuangan merupakan hal yang penting untuk suatu perusahaan. selanjutnya kita mengumpulkan data - data mengenai laporan keuangan perusahaan.
2. Membuat Judul
Setelah menentukan tema, penulis membuat judul untuk penelitian ini  yaitu Analisis Laporan Keuangana pada PT.Timah Persero Tbk.
Tujuan dari membuat judul adalah agar penulisan menjadi lebih terarah dan mempunyai tujuan sehingga sehingga hanya terpusat pada suatu masalah atau pembahasan pada objek yang diteliti.
3. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ekonomi yang begitu cepat membuat masyarakat lebih kritis dalam berfikir untuk mengikuti perkembangan informasi ekonomi. Salah satu informasi ekonomi yang di gunakan adalah informasi keuangan, perusahaan adalah salah satu pihak yang menyediakan informasi keuangan ,yaitu berupa laporan keuangan yang digunakan bagi perusahaan bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan kondisi keuangannya kepada pihak yang berkepentingan,terutama bagi pihak investor,kreditur,dan pihak manajemen perusahaan itu sendiri. Pihak perusahaan dituntut untuk menyajikan informasi laporan keuangan tersebut dengan jelas dan lengkap agar dapat digunakan secara optimal oleh para pemakainya.
Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan kepada pihak – pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik. Rasio merupakan suatu bentuk rumusan matematis yang menunjukkan hubungan antara angka – angka tertentu.
Dewasa ini masalah mengenai pertambangan cukup menarik perhatian kalangan masyarakat.Pada dasarnya kegiatan pertambangan dapat mengangkat harkat masyarakat sekitarnya melalui fasilitas tempat pendidikan, pelatihan, unit usaha, dan masih banyak fasilitas lain yang disediakan oleh industri pertambangan untuk masyarakat sekitarnya.
Untuk dapat mengetahui mengenai rasio laporan keuangan suatu perusahaan dapat disajikan melalui suatu laporan keuangan pada satu periode. Sehubungan dengan kondisi perekonomian global dan nasiaonal yang makin membaik disertai kecenderungan peningkatan harga komoditas mineral khususnya mineral logam dan industry pertambangan maka penulis tertarik untuk membahas“ Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Timah (Persero)Tbk”.
4. Rumusan Masalah 
Berdasarkan dari uraian yang telah dirumuskan di atas, maka penulis merumuskan: Bagaimana laporan keuangan neraca dan rugi laba pada PT. Timah (Persero) Tbk
BATASAN MASALAH 
Penulis membatasi masalah penelitianya ituhanya mengenai masalah laporan keuangan neraca dan rugi laba pada PT. Timah (Persero) Tbk.
 
5. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis melakukan Penelitian Ilmiah ini adalah untuk mengetahui laporan keuangan pada PT. Timah (Persero) Tbk. 

6. Manfaat Penulisan
a.      Manfaat Akademisi
Hasil penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat serta dapat menjadi acuan bagi pembaca apabila ingin melakukan penulisan kasus sejenis.
b.      Manfaat Praktisi
Hasil penulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan untuk perkembangan suatu perusahaan tentang pengelolan keuangan dalam perusahaan ini.
7. Metode Penelitian
    Obyek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah PT. Timah (Persero) Tbk.
   Jenis Data
Dalam melakukan perhitungan, penulis menggunakan data yang berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi laba PT. Timah (Persero) Tbk.
Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam penulisan ilmiah ini penulis memperoleh data dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1.  Studi Lapangan
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data sekunder yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini.
2.  Studi Pustaka
Penulis melakukan pengumpulan data melalui buku – buku yang membahas tentang rasio liquiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas sehingga membantu penulisdalam menyusun penulisan ilmiah ini.
8. Analisis Data
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan alat analisis yaitu rasio keuangan liquiditas, rasio keuangan solvabilitas, dan rasio keuangan rentabilitas.
9. Simpulan
Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan kepada pihak – pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik. Laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan kedepan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan  yang dimilikinya. Jadi dengan laporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan.

Minggu, 17 Maret 2013

Pernalaran deduktif

Pengertian Pernalaran Deduktif
Pernalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua, yaitu penarikan langsung dan tidak langsung.

1.      Penarikan simpulan secara langsung
Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan.
Simpulan secara langsung:

1)      Semua S adalah P. (premis)
Sebagian P adalah S. (simpulan)

Contoh: Semua manusia mempunyai rambut. (premis)
                        Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia. (simpulan)

2)      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh: Semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis)
                        Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)

3)      Tidak satu pun S adalah P. (premis)
Semua S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh: Tidak seekor pun gajah adalah jerapah. (premis)
                        Semua gajah adalah bukan jerapah. (simpulan)
4)      Semua S adalah P. (premis)
Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)
Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)

Contoh: Semua kucing adalah berbulu. (premis)
                        Tidak satu pun kucing adalah takberbulu. (simpulan)
                        Tidak satupun yang takberbulu adalah kucing. (simpulan)

2.      Penarikan simpulan secara tidak langsung
Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.
Jenis pernalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu:

1)      Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). 
Contohnya:
Semua manusia akan mati
Ani adalah manusia
Jadi, Ani akan mati. (simpulan)

Semua manusia bijaksana
Semua dosen adalah manusia
Jadi, semua dosen bijaksana. (simpulan)

2)      Entimen
Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contohnya :
Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
Pada malam hari tidak ada sinar matahari
Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

Semua ilmuwan adalah orang cerdas
Anto adalah seorang ilmuwan.
Jadi, Anto adalah orang cerdas.

Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://www.google.com


Selasa, 27 November 2012

PENGARUH SITUASI KONSUMEN


Pengaruh situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek. Situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.


A. Jenis-Jenis Situasi Konsumen
1.      SITUASI KOMUNIKASI
       Situasi Komunikasi adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen memperoleh informasi atau melakukan komunikasi. Lingkungan informasi mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia bagi konsumen. Sifat lingkungan informasi akan menjadi determinan penting dari perilaku pasar ketika konsumen terlibat didalam semacam bentuk pengambilan keputusan non kebiasaan. Sebagian dari karakteristik lingkungan yang utama mencakupi ketersediaan informasi, jumlah beban informasi, dan cara dimana informasi disajikan dan diorganisasikan.

Konsumen mungkin memperoleh informasi melalui :
Ø  Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga
Ø  Komunikasi non pribadi, seperti  iklan TV, radio, internet, koran, majalah, poster, billboard, brosur, dsb.
Ø  Informasi diperoleh langsung dari toko melalui promosi penjualan, pengumuman di rak dan di depan toko.


2.      SITUASI PEMBELIAN 
      Situasi Pembelian adalah lingkungan atau suasana yang dialami/dihadapi konsumen ketika membeli produk dan jasa. Situasi pembelian akan mempengaruhi pembelian, Misal: Ketika Konsumen berada di bandara, ia mungkin akan bersedia membayar sekaleng Coke berapa saja harganya ketika haus. Sebaliknya, jika ia berbelanja Coke di swalayan dan mendapatkan harganya relatif lebih mahal, ia mungkin sangat sensitif terhadap harga. Konsumen tsb mungkin akan menunda pembelian Coke dan mencari di tempat lain.

Tiga tipe situasi pembelian :
a.       Straight rebuy : pembelian dilakukan secara teratur seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, tanpa modifikasi.
b.      Modified rebuy : pembelian dengan melakukan modifikasi (perubahan) spesifikasi produk, harga persyaratan pengantaran dan syarat-syarat lainnya.
c.       New task : pembelia membeli produk jasa untuk pertama kali. Disini dibutuhkan lebih banyak informasi, lebih banyak orang terlibat dan waktu yang lebih panjang untuk membuat keputusan.
  



3.      SITUASI PEMAKAIAN
      Situasi Pemakaian disebut juga situasi penggunaan produk dan jasa merupakan situasi atau suasana ketika konsumsi terjadi. Konsumen seringkali memilih suatu produk karena pertimbangan dari situasi konsumsi. Misal: Konsumen Muslim sering memakai kopiah dan pakaian takwa pada saat sholat atau pada acara keagamaan. Kebaya akan dipakai kaum wanita pada acara pernikahan atau acara resmi lainya, dan jarang digunakan untuk pergi bekerja Para Produsen sering menggunakan konsep situasi pemakaian dalam memasarkan produknya, produk sering diposisikan sebagai produk untuk digunakan pada situasi pemakaian tertentu. Misalnya, ada pakaian resmi untuk ke pesta, pakaian olahraga, pakaian untuk kerja, pakaian untuk santai dan berolahraga.

B. Interaksi Orang-Situasi 
            Situasi pembelian mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen dengan gaya hidup believer. Hal ini menunjukkan bahwa situasi pembelian mampu menghadirkan keinginan konsumen untuk membeli karena situasi ini bisamenjadi stimulus terhadap keputusan konsumen untuk membeli.
Gaya hidup pembelian juga mempunyai pengaruh yang nyata terhadap keputusan pembelian konsumen atas sesuatu. Konsumen dengan gaya hidup believer ternyata juga mengikuti mode-mode pakaian khusus.


C. Pengaruh Situasi Yang Tidak Terduga
            Situasi tidak terduga dapat menjadi pemicu seseorang untuk membeli suatu barang. Pemasar kadang bertanya kepada konsumen tearget mengenai maksud pembelian mereka untuk meramalkan permintaan produk pada masa datang. Walaupun maksud pembelian dapat bersifat prediktif mengenai perilaku masa datang, satu ancaman besar terhadap daya persfektif mereka adalah gangguan yang disebabkan oleh pengaruh situasi yang tak terduga. Sebagai contoh Seorang konsumen mungkin sepenuhnya mengantisipasikan pembelian merek kripik kentang tertentu selama kunjungan yang berikutnya ke toko makanan.

Namun, maksud pembelian ini mungkin tidak terpenuhi bila produk tersebut habis atau bila ada merek lain dengan kualitassama dijual disana. Sebaliknya, seorang konsumen mungkin tidak berminat untuk membeli berikunya mungkin terjadi karena semacam kejadian yang tidak diantisipasikan .
Misalnya mahasiswi yang akan mengikuti ujian dan lupa membawa bolpoin dan pensil, maka secara otomatis dia akan membeli dulu bolpoin dan pensil sebelum mengikuti ujian tersebut.