Jumat, 11 Oktober 2013

Etika Bisnis - tugas 1





1. Definisi Etika
Etika dalam bahasa Yunani kuno disebut dengan ethikos memiliki arti 'timbul dari kebiasaan' yang merupakan ilmu filsafat yang mempelajari penilaian moral seseorang. Hal-hal yang terkait dengan etika antara lain adalah baik dan buruk, benar-salah, dan tanggung jawab yang ditunjukkan oleh seseorang.

2. Definisi Moral
Moral adalah penilaian oleh manusia kepada manusia lainnya yang merujuk pada hal-hal positif. Misalnya seseorang dikatakan memiliki moral yang baik karena melakukan hal-hal terpuji. Apabila manusia tersebut tidak mempunyai sikap baik maka biasa disebut dengan amoral.

3. Definisi Moralitas
Menurut W. Poespoprodjo, moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang dengan itu kita berkata bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk atau dengan kata lain moralitas mencakup pengertian tentang baik buruknya perbuatan manusia.
Immanuel Kant, mengatakan bahwa moralitas itu menyangkut hal baik dan buruk, yang dalam bahasa Kant, apa yang baik pada diri sendiri, yang baik pada tiap pembatasan sama sekali. Kebaikan moral adalah yang baik dari segala segi, tanpa pembatasan, jadi yang baik bukan hanya dari beberapa segi, melainkan baik begitu saja atau baik secara mutlak.

4. Peran dan manfaat etika
Peran dan manfaat etika (Ketut Rinjin, 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira, 2006) yaitu :
a.      Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
b.      Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya = human act, dan bukan an act of man. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
c.      Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
d.      Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera. 


5. Kesadaran Moral
Kesadaran moral adalah suatu kesadaran dalam hati yang mengharuskan seseorang untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu perbuatan. Mengharuskan suatu perbuatan apabila perbuatan tersebut dinilai sesuai dengan norma akhlak yang barlaku dan di terima dalam hatinya. Melarang suatu perbuatan, apabila perbuatan tersebut di anggap bertentangan dengan norma akhlak yang di terima hatinya dan berlaku dalam masyarakat. Dengan demikian kesadaran moral adalah kesadaran seorang untuk melakukan suatu perbuatan yang di nilai baik dan meninggalkan suatu perbuatan yang di nilai buruk.
Contoh :
Ada orang diancam hukuman mati kecuali ia bersedia memberi kesaksian palsu mengenai orang lain yang tidak bersalah. Apakah mungkin orang itu mengatasi cinta pada hidup dan tetap menolak memberi kesaksian palsu? Mungkin saja. Itulah inti kesadaran moral. Kita tahu dan sadar bahwa perbuatan itu salah tapi kadang kita melakukannya. Atau sering kita tidak melakukan hal itu karena kita tahu itu salah. Apapun yang kita pilih untuk perbuat adalah kita juga yang bertanggung jawab. 

6. Teori Etika Normatif
 a. Teori Deontologi
”Deontologi” ( Deontology ) berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yaitu : deon yang artinya adalah kewajiban. Dalam suatu perbuatan pasti ada konsekuensinya, dalam hal ini konsekuensi perbuatan tidak boleh menjadi pertimbangan. Perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Deontologi menekankan perbuatan tidak dihalalkan karena tujuannya. Tujuan yang baik tidak menjadi perbuatan itu juga baik. Di sini kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam Teori Deontologi kewajiban itu tidak bisa ditawar lagi karena ini merupakan suatu keharusan.
Contoh : kita tidak boleh mencuri, berbohong kepada orang lain melalui ucapan dan perbuatan.

b. Teori Teleologi
Etika teleologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik.
c. Teori Hak Asasi
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.
merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. perbuatan dan perilaku. Contoh : Hak seseorang untuk menganut agama yang mereka pilih.

d. Teori Keutamaan
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a. Kebijaksanaan
b. Keadilan
c. Suka bekerja keras
d. Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya.
Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi. 

e. Teori Relatif
Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti: jangan berbohong;jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.

f. Teori Etika dan Agama
Sebagai cabang pemikiran filsafat, etika bisa dibedakan manjadi dua: objektivisme dan subjektivisme. Yang pertama berpandangan bahwa nilai kebaikan suatu tindakan bersifat objektif, terletak pada substansi tindakan itu sendiri. Faham ini melahirkan apa yang disebut faham rasionalisme dalam etika. Suatu tindakan disebut baik, kata faham ini, bukan karena kita senang melakukannya, atau karena sejalan dengan kehendak masyarakat, melainkan semata keputusan rasionalisme universal yang mendesak kita untuk berbuat begitu. Tokoh utama pendukung aliran ini ialah Immanuel Kant, sedangkan dalam Islam pada batas tertentu ialah aliran Muitazilah. 


Sumber:
http://ddsulai.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-perbedaan-moral-etika.html


Jumat, 14 Juni 2013

Resensi

Judul : kumpulan cerpen "seandainya kau jadi ikan"
Pengarang : isbedy stiawan ZS
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Isi : 8 halaman

Keunggulan cerpen : pada cerpen ini penulis menggunakan kata- kata dalam kehidupan sehari -  hari sehingga mudah di mengerti oleh pembacanya. Dalam penulisan cerpen ini penulis bisa menggambar tokoh dan lokasi kejadian dengan baik sehingga dapat membuat pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan oleh para tokohnya.

Kelemahan cerpen : cerpen inu memiliki kelemahan yaitu akhir dari cerita ini yabg sedikut menggantung sehingga membuat pembaca masih brtanya- tanya.

Sinopsis cerpen :
Aku : sesosok pemuda yang selalu mengingatkan sahabatnya bahwa apa yang selama ini di inginkan sahabatnya itu tidak mungkin terjadi, dan sosok yang sabar menghadapi sikap sahabatnya (kau) yang di anggap tidak masuk akal.

Kau : sesosok pemuda yang suka berkhayal tentang sesuatu yang sulit untuk diterima nalar seseorang, dia juga keras kepala dan sosok yang misterius.

Rabu, 01 Mei 2013

Metode Ilmiah


1. Menentukan Tema
sebelum kita memulai penelitian ilmian pertama kali kita harus menentukan tema penelitian. penulis memilih tema keuangan karena pada dasarnya setiap perusahaan itu memiliki laporan keuangan dan laporan keuangan merupakan hal yang penting untuk suatu perusahaan. selanjutnya kita mengumpulkan data - data mengenai laporan keuangan perusahaan.
2. Membuat Judul
Setelah menentukan tema, penulis membuat judul untuk penelitian ini  yaitu Analisis Laporan Keuangana pada PT.Timah Persero Tbk.
Tujuan dari membuat judul adalah agar penulisan menjadi lebih terarah dan mempunyai tujuan sehingga sehingga hanya terpusat pada suatu masalah atau pembahasan pada objek yang diteliti.
3. Latar Belakang Masalah
Perkembangan ekonomi yang begitu cepat membuat masyarakat lebih kritis dalam berfikir untuk mengikuti perkembangan informasi ekonomi. Salah satu informasi ekonomi yang di gunakan adalah informasi keuangan, perusahaan adalah salah satu pihak yang menyediakan informasi keuangan ,yaitu berupa laporan keuangan yang digunakan bagi perusahaan bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan kondisi keuangannya kepada pihak yang berkepentingan,terutama bagi pihak investor,kreditur,dan pihak manajemen perusahaan itu sendiri. Pihak perusahaan dituntut untuk menyajikan informasi laporan keuangan tersebut dengan jelas dan lengkap agar dapat digunakan secara optimal oleh para pemakainya.
Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan kepada pihak – pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik. Rasio merupakan suatu bentuk rumusan matematis yang menunjukkan hubungan antara angka – angka tertentu.
Dewasa ini masalah mengenai pertambangan cukup menarik perhatian kalangan masyarakat.Pada dasarnya kegiatan pertambangan dapat mengangkat harkat masyarakat sekitarnya melalui fasilitas tempat pendidikan, pelatihan, unit usaha, dan masih banyak fasilitas lain yang disediakan oleh industri pertambangan untuk masyarakat sekitarnya.
Untuk dapat mengetahui mengenai rasio laporan keuangan suatu perusahaan dapat disajikan melalui suatu laporan keuangan pada satu periode. Sehubungan dengan kondisi perekonomian global dan nasiaonal yang makin membaik disertai kecenderungan peningkatan harga komoditas mineral khususnya mineral logam dan industry pertambangan maka penulis tertarik untuk membahas“ Analisis Laporan Keuangan Pada PT. Timah (Persero)Tbk”.
4. Rumusan Masalah 
Berdasarkan dari uraian yang telah dirumuskan di atas, maka penulis merumuskan: Bagaimana laporan keuangan neraca dan rugi laba pada PT. Timah (Persero) Tbk
BATASAN MASALAH 
Penulis membatasi masalah penelitianya ituhanya mengenai masalah laporan keuangan neraca dan rugi laba pada PT. Timah (Persero) Tbk.
 
5. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis melakukan Penelitian Ilmiah ini adalah untuk mengetahui laporan keuangan pada PT. Timah (Persero) Tbk. 

6. Manfaat Penulisan
a.      Manfaat Akademisi
Hasil penulisan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat serta dapat menjadi acuan bagi pembaca apabila ingin melakukan penulisan kasus sejenis.
b.      Manfaat Praktisi
Hasil penulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan dan pertimbangan untuk perkembangan suatu perusahaan tentang pengelolan keuangan dalam perusahaan ini.
7. Metode Penelitian
    Obyek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah PT. Timah (Persero) Tbk.
   Jenis Data
Dalam melakukan perhitungan, penulis menggunakan data yang berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi laba PT. Timah (Persero) Tbk.
Tekhnik Pengumpulan Data
Dalam penulisan ilmiah ini penulis memperoleh data dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut :
1.  Studi Lapangan
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengumpulan data sekunder yang berhubungan dengan penulisan ilmiah ini.
2.  Studi Pustaka
Penulis melakukan pengumpulan data melalui buku – buku yang membahas tentang rasio liquiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas sehingga membantu penulisdalam menyusun penulisan ilmiah ini.
8. Analisis Data
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan alat analisis yaitu rasio keuangan liquiditas, rasio keuangan solvabilitas, dan rasio keuangan rentabilitas.
9. Simpulan
Laporan keuangan merupakan media informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk melaporkan keadaan dan posisi keuangan kepada pihak – pihak yang berkepentingan, terutama bagi pihak kreditur, investor, dan pihak manajemen dari perusahaan itu sendiri. Dalam hal ini penggunaan analisis rasio merupakan pilihan yang terbaik. Laporan keuangan juga akan menentukan langkah apa yang dilakukan perusahaan sekarang dan kedepan, dengan melihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan  yang dimilikinya. Jadi dengan laporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan perusahaan.